web 2.0

Thursday, November 19, 2009

2012 The Movie, Tak Harus Dicekal


Penasaran dengan kehebohan film 2012, akhirnya tadi malam, tepatnya tgl 18 Nov 2009, saya berhasil menonton langsung film tersebut. Film yang disebut-sebut menggambarkan bagaimana kiamat terjadi itu memang sangat asik. Didukung dengan special efek yang benar-benar luar biasa, membuat bulu kuduk merinding saat menyaksikannya. Dalam kesempatan kali ini, saya hanya berniat untuk mencoba meluruskan pro - kontra yang terjadi pasca beredarnya film 2012 ini.

Di Indonesia, film 2012 dinilai dapat meresahkan masyarakat. Dalam konteks ini, masyarakat berarti kita yang menyaksikan film tersebut. Ada yang mengatakan, bahwa film tersebut dapat menakut-nakuti masyarakat, bahkan dikhawatirkan, ada yang percaya bahwa kiamat benar-benar terjadi pada tanggal 21 Desember 2012. Dikutip dari Republika.co.id :
"Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tidak mengharamkan film 2012. Pasalnya, film yang mengisahkan kiamat dunia itu belum sepenuhnya meresahkan masyarakat. Namun, jika film besutan sutradara Roland Emmerich itu terbukti berpengaruh buruk terhadap publik, maka MUI Pusat tidak segan meminta pemerintah menarik film itu dari peredaran."
Berdasarkan kutipan tersebut, MUI akan meminta pemerintah untuk menarik film 2012, jika film tersebut terbukti berpengaruh buruk terhadap publik. Mungkin yang dimaksud adalah, percayanya masyarakat bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012, dan sebagainya. Intinya adalah, untuk menyaksikan film tersebut, harus mempunyai iman dan pikiran yang cerdas.

Jangan pikirkan kiamatnya, tapi kita harus bangga dengan kecanggihan teknologi yang bisa membuat film se-dahsyat itu. Kita akan terbebani jika terus memikirkan bagaimana keadaan dunia 3 tahun ke depan. Sadarkah kita? Bahwa cepat atau lambat, dunia yang kita diami saat ini, akan hancur lebur, kurang lebih seperti yang digambarkan dalam film 2012. Tentunya film ini memberikan pelajaran, supaya manusia ingat dengan hari akhir. Jangan terus menerus berbuat dosa. Bahkan film ini juga memberikan pesan, bahwa kita harus menjaga hubungan baik kita dengan orang tua, dan keluarga. Jangan menunggu bencana dan musibah, baru kita dekat dan ingat dengan keluarga.

Jadi, apakah wajar jika kita mencekal film 2012?
Jangan memandang sesuatu hanya dari satu sisi. Rolland Emerich (Sang Sutradara), berniat baik dalam film ini. Bahkan tidak sedikit, anak kecil dan orang dewasa yang akhirnya rajin beribadah setelah menonton film ini. Mengapa? Karena kalangan ini bisa menarik hikmah dari film 2012, bahwa suatu saat, dunia akan hancur, dan harta, jabatan serta kekayaan, tidak akan ada artinya lagi. Semuanya lenyap dan hancur tanpa tersisa sedikit pun.

Bagaimana dengan Anda? Masih membenci film 2012? Atau malah mendukung? Semuanya terserah Anda, karena yang bisa menilai adalah Anda. Artikel ini hanya berupa opini dari diri saya pribadi. Mohon maaf apabila ada salah kata, semoga bermanfaat. Bagi yang masih penasaran dengan film 2012, buruan cari tiketnya, dijamin seru !!

9 komentar:

Anonymous said...

alert("XSS")

hanum said...

iya bener great film, great technology making. Four thumbs up ^_^

reztamada said...

ikut Sundul juga Juragan....
Up...up...up...
btw. salam kenal...


btw. salam kenal....

bolehlah sesekali berkunjung ke gubug kami.

Jika ada yang butuh info TENTANG DIGITAL bisa kalian dapetin dari sini.

Timotius Jaya said...

Saya setuju dengan Anda seharusnya orang-orang jangan melihat sesuatu dari salah satu sudut pandang sebab setiap hal ada hikmah yang dapat ditangkap dan diresapi oleh kita.

Lagipula film 2012 ini salah satu film science fiction yang berkualitas dengan spesial effect yang luar biasa canggihnya

tuteh said...

Setuju!

rahma awalia said...

smua'a qta serahkan kpd Allah percaya kpd Allah...iman hrs kuat

admin[at]sebuahblog said...

Masih ada yg blm nonton?
Jangan takut bro,
DVD bajakannya udah mulai beredar...
hehehe..
Tapi kurang asik kalo g nonton di bioskop..
Kurang berasa..
hehe

Anonymous said...

nama nya juga indonesia...
film ja jadi pergunjingan ga lucu bgt... kalo ga mencoteng pasti mencari kelemahan orang...
kapan indonesia kita maju kalo tetep seprti ini... capek deh...

budi jamiLz said...

yg mo nnton ya nnton............
yg ga mo nnton ya ga sah nnton..........
yg cuma mo cari sensasi cuek'in ja...............

Post a Comment